Muhammad Afif Zuhri, lahir di Demak pada tanggal 11 April 1963. Beliau menyelesaikan pendidikan formalnya di Perguruan Islam Khoiriyyah Hajen margoyoso Pati pada tahun 1983 dan telah lama mengikuti pendidikan agama di beberapa Pondok Pesantren di antaranya ialah PP AL-AMIN Babalan Wedung Demak. PP Al-falah Meranggen Demak PP Bustanutholibin Hajen Margoyoso Pati, PP Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta. PP Darul-ulum alsyar`iyyah Cirebon dll.
Semasa kecilnya beliau sangat tekun dalam menuntut ilmu, berpuasa, berdzikir dan mencintai pelajaran pelajaran agama seperti nahwu, shorof, fiqih tauhi, tashowwuf dan lain sebagainya, sehingga panggilan ulama` nahwu atau jumhurul ulama` dari teman-temannya sempat singgah pada dirinya.
Ketekunan dalam berpuasa dan berdzikir serta kecintaannya terhadap ilmu-ilmu tersebut ternyata tak pernah pupus, karena di usia remajanya beliau lebih giat mendalaminya serta mengamalkannya dengan menulis ilmu nahwu, shorof dan ilmu ilmu hikmah sebagai awwal karya tulisnya. Maka tidak lah heran jika teman-teman dan guru-gurunya memanggilnya dengan panggilan Sekh, Syaikhuna atau Sibawaih yaitu seorang Ulama` yang terkenal kealimannya di bidang ilmu Nahwu dan Shorof. Panggilan-panggilan besar tersebut bukan tanpa alasan, sebab, sanjungan-sanjungan yang di berikan oleh teman bahkan guru beliau sendiri itu muncul karena keahliannya, kemustajaban do`anya dan seringnya mengarang berbagai macam kitab. seperti kitab nahwu, shorof, tauhid, fiqih, kitab kitab ilmu hikmah dll. Karena sistematisnya kitab kitab yang di susun oleh beliau, mudahnya di faham oleh anak-anak kecil membuat para ulama` dan kepala kepala Madrasah diniyyah di kabupaten Demak simpatik dan sepakat menetapkannya sebagai kurikulum Pondok Pesantren dan Madrasah diniyyah sekabupaten Demak baik di lingkungan Departemen agama maupun di lingkunga LP MA`ARIF / NU. Penghargaan demi penghargaan telah beliau terima dari keberhasilan beliau dalam menulis dan menyelesaikan persoalan-persoalan yang timbul di tengah masyarakat.
Selain berprofesi sebagai penulis, beliau juga aktif mengajar di Madrasah Aliyah NU 3 Ittihad Bahari, menyjadi konsultan ilmu hikmah dan menjadi guru thoriqoh qodiriyyah sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren “ANNUR” Pesisir Purworejo Bonang Demak, Beliau juga aktif berorganisasi di masyarakat seperti: menjabat sebagai
1. Ketua IPPNU Ranting Purworejo Bonang Demak (Th 1985-1990)
2. Wakil Roìs suriyah NU ranting Purworejo Bonang 2 periode ( Th 1990-2000)
3. Rois suriyah NU, Ranting Purworejo Bonang 2 Periode ( Th 2000- 2010 )
4. Penasehat Yayasan Pendidikan NU: ITTIHAD BAHARI Purworejo Bonang Demak molai th 1999.
5. Ketua Yayasan Pendidikan Islam “ANNUR” Pesisir Purworejo Bonang Demak.molai th 1992
6. Pimpinan Jama`ah “AL-WASILAH” dan Mursyid / guru thoriqoh Qodiriyyah
7. Nadhir Masjid Jami` “BAITUR-ROHMAN” Kongsi Purworejo Bonang Demak molai Th 1986
8. Pendiri lembaga sosial kemasyarakatan INDONESIA SEJAHTERA AMAN DAN DAMAI (IS`AD) dan lain sebagainya.
Bentuk perhatian beliau dalam urusan agama beliau dedikasikan dalam bentuk karya-karya tulisnya antara lain ialah:
1. Al-Mabadi` Asshorfiyyah (Kurikulum Madrasah Diniyyah sekabupaten Demak) Abi Baha` Demak 1995.
2. .Metode Praktis belajar dan memahami bahasa Al-qur`an ”Mizani” (Kurikulum Madrasah Aliyah Ittihad Bahari ) , YPI ANNUR, Demak ,2000.
3, Metode Praktis belajar membaca Al-qur`an dengan ”BAYANI” ( kurikulum TPQ ANNUR ) YPI ANNUR, Demak 1986.
4. Siir Tajwid Praktis (Kurikulum Madrasah Diniyyah sekabupaten Demak) Abi Baha` Demak 1996.
5. Metode Praktis mentartil Al-qur`an dengan ”TARTILA”
6. Siir Tauhid Moderen (Terjemahan kitab Aqidatul awwam, kurikulum Madrasah Diniyyah sekabupaten Demak) YPI ANNUR, Demak 1996.
7. Syi`ir Mu`taqod (Kurikulum Madrasah diniyyah salafiyyah Annur) YPI ”ANNUR Demak
8. Beografi Nabi Muhammad Saw (syiir berbahasa Indonesia dan siir berbahasa Jawa Abi Baha` Demak 1999)
9. Tata kramane wong luru Ilmu (Syi`ir Ni`mat berilm)
10. Syiir Ilmu Nahwu Praktis (Kurikulum Madrasah Diniyyah salafiyyah “ANNUR” )
11. Al-Amtsilatun Nahwiyyah Kurikulum Madrasah diniyyah salafiyyah “ANNUR” )
12. Al-Faidliyyah Fi Dzikri Thoriqotil Qodiriyyah Wan-naqsyabandiyah Wasyadziliyyah.
13. Al- Aurodul yaumiyyah fi tahsilil mawahibil-ladunniyyah
14. Jalbul-Arzaqil wasi`ah biqiroati surotil waqi`ah.
15. Dlou`ul-farsyi fi fadhoili du`ail `arsyi
16. Nailil qodr fittawassul bi Ahlil badr
Di masa dewasanya beliau sudah di kenal sepagai Ulama` salaf yang moderen, kreatif, aspiratif, responsif, inofatif dan kritis. Para santri dan para pengikutnya meyaqini bahwa beliau adalah sosok panutan yang bila di pandang dari sisi keilmuannya beliaau adalah seorang ilmuwan, bila di pandang dari sisi ibadah tampak beliau adalah ahli dzikir dan beribadah, di pandang dari sisi ide-idenya selalu muncul untuk membahagiakan ummat dan terbukti memberikan manfaat bagi mereka terutama kaum dluafa` .
Pada tahun 1985 beliau pulang dari pesantren, melihat sebagian besar masyarakatnya belum mengenal pendidikan agama terpanggillah beliau untuk mewujudkan pendidikan keagamaan yang mantab, lalu beliau mendekati orang-orang yang belum tahu tentang sholat serta mengenalkan dan mengajarkan sholat kepada mereka, setelah mereka tahu tentang sholat lalu beliau mengajaknya untuk membangun Musholla, maka terbentuklah Musholla ”ANNUR” lengkap dengan pengajian orang-orang tua setiap hari ahad.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar